Semalam, di XXI Lounge, Jakarta, Huawei Device menggelar acara peresmian kerja sama dengan PT Telematika Artha Mandiri (TAM). Dengan kerja sama ini, maka TAM resmi menjadi distributor produk-produk Huawei di Indonesia.
Nota kesepahaman atau MOU secara simbolik dilakukan oleh Mike Liu, President Director Huawei Device South Pacific dengan Hasan Aulam Chief Commerce Officer TAM. Produk-produk Huawei yang perdana didistribusikan TAM yaitu ponsel ber-OS Android —Huawei IDEOS S7 Slim, IDEOS X5, IDEOS X3, IDEOS X1, dan SONIC.
“Perkembangan cepat teknologi Android menghadirkan perbedaan besar bagi sejumlah pengguna gadget di Indonesia dan negara lainnya. Karena itu pula, kami fokus mengembangkan ponsel-ponsel Android,” ujar Liu.
Hasan Aulia juga melihat tren Android di pasar dunia, terutama di Indonesia berkembang dengan pesat. Menurut IDC (International Data Corporation) Indonesia, perangkat Android akan lebih populer dari Symbian dan BlackBerry. Diperkirakan pada 2014, 51,2% pasar ponsel secara global akan didominasi ponsel-ponsel Android.
Dengan tren Android yang saat ini sedang berkembang, mereka melihat hal ini sebagai peluang yang sangat bagus. Pihak Huawei pun menargetkan hingga tahun depan jutaan ponsel bisa mereka jual di Indonesia.
Menanggapi persepsi negatif akan “produk China”, Liu mengatakan bahwa melalui peningkatan kualitas dan pengembangan-pengambangan perangkat yang mereka lakukan, pengakuan-pengakuan dari masyarakat itu muncul dengan sendirinya.
Huawei berhasil mengekspor perangkat-perangkat mereka di Amerika Serikat dan Jepang dan terjual lebih dari satu juta unit untuk salah satu tipenya. Padahal kedua negara ini terkenal akan tingginya seleksi kualitas hingga suatu produk bisa dipasarkan di sana. (metriastria)
