Saat ini, pengimplementasian cloud di berbagai kawasan dunia mengalami peningkatan. Di Amerika Serikat, pemerintahan federal setempat sudah mengumumkan rencanya untuk mengurangi hampir separuh pusat data untuk beralih ke cloud. Bahkan Uni Eropa —di mana cloud masih terhalang undang-undang privasi— sudah banyak perusahaan yang menggunakan cloud.
Begitu pula di kawasan Asia. Tren cloud juga sudah menjalar ke kawasan ini. Berdasarkan hasil riset IDC, 53% dari seluruh organisasi atau perusahaan di Asia saat ini sudah menggunakan beberapa format dari cloud atau sudah mempelajari dan menguji coba cloud. Bahkan menurut IDC, tahun ini cloud akan lebih sering dibicarakan karena faktor keamanan yang semakin menguat.
Besarnya respon dari berbagai perusahaan atau organisasi untuk menggunakan cloud tentunya harus diikuti dengan persiapan dan pengetahuan lebih sebelum pengimplementasian dilakukan. Pasalnya, tidak semua implementasi cloud dapat memberikan manfaat seperti yang mereka perkirakan. Fondasi yang kuat masih menjadi dasar kesuksesan pengimplementasian cloud. Namun, jika mereka bisa mengimplementasikan cloud dengan tepat, maka manfaat yang diberikan akan sangat besar untuk pertumbuhan bisnis mereka.
Perusahaan solusi pusat data, NetApp memberikan beberapa tips kesiapan cloud untuk perusahaan atau organisasi yang ingin beralih ke cloud:
1. Menghantarkan efisiensi yang lebih baik dengan virtualisasi Virtualisasi merupakan langkah pertama menuju cloud. Jika infrastruktus Anda masih dalam format silo-silo tradisionil, beralihlah ke virtualisasi dulu. Dengan virtualisasi, pengimplementasian cloud akan dapat mengurangi setengah kebutuhan storage dan menghasilkan dua kali lipat utilisasi storage sehingga meningkatkan penghematan untuk hardware, tenaga listrik dan perawatan.
2. Mengambil kesempatan untuk berinovasiSaat akan menggunakan cloud, cobalah mengeksplorasi inovasi teknologi storage yang bisa lebih meningkatkan efisiensi. Arsitektur unified storage, deduplikasi atas data primer di lingkungan virtualisasi, thin provisioning, dan otomasi berbasis policy dapat membantu menciptakan fondasi cloud yang kuat.
3. Pastikan TI tetap berjalan 24 jam sehari Untuk memastikan cloud berjalan dalam 24 jam terus menerus, pastikan data dan aplikasi dapat dipindahkan sedara dinamis ke seluruh lingkungan cloud. Hal ini penting untuk melakukan failover secara instan dalam situasi disaster recovery, dan agar para administrator dapat melakukan maintenance tanpa gangguan.
4. Menyeimbangkan kecepatan dengan efisiensiPastikan cloud yang baru dapat secara efisien ditingkatkan kemampuannya di seluruh infrastruktur sehingga tidak akan menambah kompleksitas pada lingkungan cloud anda. Salah satunya yaitu dengan menerapkan unified architecture. Cara ini bisa memberikan fleksibilitas yang elastis dan perpindahan data yang transparan untuk mendukung layanan secara non stop dan otomasi layanan.
5. Fokus terhadap inovasi, bukan maintenanceCloud bisa mentransformasi perusahaan dari organisasi yang fokus ke maintenance menjadi lebih berinovasi. Hal ini dikarenakan lingkungan cloud memungkinkan TI untuk memberikan layanan lebih cepat, mengotomasi rutinitas maintenance, bahkan self-service untuk pengguna sehingga administrator TI bisa melakukan tugas-tugas yang lebih strategis.
