Dibya Pradana: Mendobrak Pikiran Fotografer tentang Harga Sebuah Foto

August 6, 2009 by feby_khesa

Bisa menang dua kali dalam seminggu dalam ajang penghargaan bidang teknologi bergengsi? Mungkin hal itu tidak pernah dibayangkan oleh Dibya Pradana. Pada 29 Juli lalu, perusahaan yang didirikannya, ayofoto.com, mendapat gelar juara dalam ajang Indonesia ICT Awards 2009 untuk kategori ‘e-Bussiness untuk KUKM’. Selang dua hari berikutnya (31 Juli), ajang penghargaan bidang web desain Bubu Awards V.06 menobatkan portal yang dinaunginya sebagai juara dalam kategori ‘Corporate Indonesia Social Media’.
 
“Ini bisa dibilang sebagai batu loncatan bagi ayofoto.com agar bisa dikenal banyak orang sekaligus memotivasi member fotografer kami. Karena ayofoto.com hanya sebagai media yang mempertemukan penjual dan pembeli foto di situs ini,” tutur Dibya, yang ditemui di kantor ayofoto.com di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (4/8).
 
Jatuh Bangun Situs ayofoto.com
Berbagai perjuangan harus dilalui Dibya saat membangun situs Online Photo Agency tersebut. Banyak yang menyangsikan pria 33 tahun ini karena keberaniannya mendirikan ayofoto.com karena hanya dilatari oleh hobi fotografi dan pendidikannya di bidang Teknologi Informasi, tanpa pengetahuan di bidang fotografi yang cukup. Namun karena alasan itulah, Dibya ingin belajar lebih dalam tentang fotografi tanpa harus mengikuti kursus.
 
“Kalau di komunitas website ‘kan kita bisa menanyakan hal apa saja dan pasti ada yang membalasnya dan kita bisa belajar bersama-sama. Daripada ikut kursus, saya tidak punya waktu,” kata Bapak tiga anak ini.
 
Akhirnya respon dari masyarakat atas web yang online pada 9 September 2005 tersebut cukup bagus. Anggota komunitas ayofoto.com rata-rata justru bukan datang dari kalangan profesional fotografi. Tiap sabtu atau minggu Dibya bersama para komunitas ‘kopi darat’ dan bertukar pengalaman serta hunting foto bersama-sama.
 
Respon positif dari anggota selama setahun, sempat terhambat saat ayofoto.com offline selama tiga minggu karena servernya yang masih Pentium 3 ‘collaps’ sedangkan peminatnya bertambah banyak. Dibya saat itu benar-benar bingung karena ia tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli server yang baru.
 
“Tidak tahu saya dapat berkah apa dari Allah SWT. Saat sedang butuh uang itu, ternyata saya mendapat hadiah dari salah satu bank sebesar 10 juta. Dengan ijin dari isteri juga, maka setengah dari harga server yang dibeli ya berasal dari hadiah itu,” ujar Dibya sambil mengenang peristiwa tiga tahun lalu.
 
Maka saat merayakan ulang tahun ayofoto.com yang ketiga pada 2008 dengan jumlah anggota mencapai 20.000 orang, Dibya ingin agar situs ini tidak hanya sebatas photo sharing, tetapi merambah ke industri bisnis yang profesional, yaitu jual beli foto. Hal tersebut dilakukan Dibya agar ayofoto.com menjadi berbeda dengan situs-situs lainnya. Selain itu ia juga prihatin akan minimnya jumlah foto lokal dengan karya fotografer dari Indonesia.
 
“Jika kita mencari foto tentang Bali misalnya lewat search engine. Kebanyakan fotografernya berasal dari orang luar negeri. Padahal Bali ‘kan berada di Indonesia, masa’ yang mengambil gambarnya orang asing? Makanya, saya ingin mengubah paradigma itu menjadi hasil karya fotografer Indonesia yang justru dibeli oleh buyer dari luar negeri,” jelas Dibya.
 
Protes dari Anggota atas Harga Foto
Pria lulusan Universitas Indonesia ini memang ingin membuat ayofoto.com sebagai situs yang tidak hanya diminati oleh pembeli domestik, namun bisa sampai ke tingkat internasional. Untuk itu ia juga menerapkan berbagai hal tentang bisnis jual beli foto layaknya di mancanegara, misalnya tentang Micro Stock Photo.
 
Seperti yang dijelaskan Dibya, Micro Stock Photo adalah konsep menjual foto dalam harga yang terjangkau, tidak lagi jutaan atau ratusan ribu rupiah tapi dalam puluhan ribu rupiah. Hal ini karena yang diperjualbelikan dalam foto stok adakah hak gunanya, bukan hak ciptanya. Hak guna berarti satu karya bisa dibeli atau dinikmati oleh banyak orang, maka dari itu harga belinya tidak setinggi harga lukisan yang bisa mencapai jutaan rupiah.
 
“Tapi untung yang diraih oleh fotografer mungkin tidak jauh berbeda dengan pelukis. Misalnya saja harga fotonya 20 ribu rupiah. Kalau yang membelinya sampai ratusan orang ‘kan dia untungnya juga sama dengan harga satu lukisan. Sama halnya dengan harga nada tunggu pribadi. Untuk satu lagu, penyanyi atau penciptanya mungkin hanya mendapat 500 rupiah. Tapi jika yang men-download-nya jutaan orang, yah hitung saja sudah berapa keuntungan yang didapatkannya,” ucap pria berkumis ini.
 
Sayangnya, sistem yang dipelajari Dibya di luar negeri itu banyak ditentang oleh para fotografer lokal yang menjadi anggota ayofoto.com. Mereka justru menganggap hasil karya mereka tidak dihargai karena dinilai dengan harga yang minim. Untuk itu, kini Dibya sedang bersosialisasi dan memberi pengertian kepada anggota ayofoto.com agar bisa menerima konsep yang sudah diterapkan oleh situs-situs jual beli foto di luar negeri tersebut.
 
[Feby]

Teknopreneur Teknopreneur Teknopreneur


TeknoPreneur on Facebook

Internet Sehat AmanTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneur

PARTNERS

 

XL

SISFO

Teknopreneur

Teknopreneur

Telkom

Creative Trees

ICT Partnership Forum 2010

Teknopreneur

REVIEW

SpeedUp MW100 : Router Stylish yang Mobile

August 25, 2010 by metriastria

Telkomsel-SpeedUp kembali berkolaborasi dengan mengeluarkan router broadband mobile 3.75G, SpeedUp MW100. Produk ini dirancang dengan fitur mobile hotspot yang didukung chipset Qualcomm dengan kecepatan UL 5.76 Mbps, dan DL 7.2 Mbps. Dengan mengusung kata ’mobile’, router ini bentuknya sekilas mirip dengan flashdisk, ukurannya mungil dan ringan sehingga mudah dibawa ke mana saja.

 

Teknopreneur

RESENSI

Scott Pilgrim Vs. The World

August 19, 2010 by wayan

Bercerita tentang seorang anak muda bernama Scott Pilgrim yang jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap seorang gadis, Ramona Flowers. Terdengar klise? Jangan antipati dulu. Film garapan Edgar Wright ini dikemas menarik dan unik ala video game karena Scott Pilgrim harus mengalahkan tujuh mantan pacar gadis yang dicintainya.

 

TeknoPreneur.com

Menyajikan berita, liputan, dan analisis menyeluruh serta studi kasus mengenai bisnis teknologi di Indonesia dan dunia

Marketing & Editors Office

Grand Wijaya Center Blok F-85
Kebayoran Baru, Jakarta, Indonesia
Hotline: +6221-7046 6903
email: info [at] teknopreneur.com
tel:+6221-720 1140 | fax:+6221-726 1913

Supported by


DheZignWeb Development & Co-Management by DheZign Online Solution