Kuliah di Kampus Elit Lewat Online

Sebuah tren baru tengah mendera unversitas-universitas ternama di Amerika Serikat. Dari Harvard sampai Stanford, semakin banyak universitas elit yang membuka pintu digital mereka untuk publik. Mereka menawarkan kelas perkuliahan di dunia maya tanpa bayaran, sehingga siapapun sepanjang memiliki koneksi Internet yang bagus dapat belajar dari para akademisi dan ilmuwan ternama.

Memang sebelumnya banyak kampus yang telah membuka kelas di dunia maya. Tapi tidak satupun universitas papan atas yang membuka kelas di dunia maya. Pengembangan kursus online terbuka atau massive open online courses, (MOOC) bisa menjadi alternatif bagi universitas untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah menurunnya anggaran pendidikan dan kemungkinan protes dari mahasiswa jika mereka nekat menaikkan biaya pendidikan. 

Pada Juli kemarin, sekitar selusin universitas riset ternama termasuk Universitas Stanford, Princeton, Pennsylvania dan Virginia mengumumkan bahwa mereka akan memulai kelas online lewat fasilitas bernama Coursera. Pihak University of California di Berkeley mengatakan bahwa kursus online akan tersedia di musim gugur ini melalui edX, portal Web yang diluncurkan pada Mei lalu oleh Harvard University dan MIT dengan biaya US$60 juta dari kedua sekolah tersebut.

Pengelola edX mengatakan ada 154.000 mahasiswa dari lebih dari 160 negara telah mendaftar untuk kursus online MIT pertama yang bertema “Sirkuit dan Elektronik” pada musim semi lalu. Kendati hanya sekitar 17.000 mahasiswa yang lulus, namun jumlah tersebut masih jauh lebih banyak daripada jumlah yang dapat memenuhi ruang kuliah.

Saat ini lebih dari 120 universitas telah memperlihatkan ketertarikannya untuk bergabung dalam konsorsium tersebut, ujar presiden edX Anant Agarwal, yang mengepalai Laboratorium Sains Komputer dan Artificial Intelegent di MIT. 

Namun langkah ini juga dipandang berpotensi membuat kerugian keuangan bagi universitas, sebagaimana yang terjadi pada surat kabar dan majalah yang keuangannya terganggu oleh konten gratis di internet. Tapi tampaknya peringatan ini tidak terlalu berdampak pada universitas-universitas ternama untuk meneguhkan langkahnya mengadakan kuliah online.Tahun ini, beberapa sarana muncul di Internet dan menarik universitas-universitas ternama yang sangat ingin mengembangkan program pembelajaran digital mereka.

Coursera sendiri dibuat oleh Andrew Ng dan Daphne Koller, dua profesor dari Stanford yang mulai menciptakan sarana tersebut setelah mengajar kursus sains komputer di Internet yang menarik lebih dari 100.000 mahasiswa pada musim gugur lalu. Musim gugur kali ini, Coursera menawarkan 116 kursus dari 16 universitas untuk berbagai  disiplin ilmu seperti kedokteran, filsafat dan artificial intelegent. Sejauh ini, sekitar 900.000 mahasiswa telah mendaftar. Startup berbasis Mountain View tersebut telah mengumpulkan dana $16 juta dari perusahaan permodalan usaha dari Silicon Valley dan $3,7 juta dari California Institute of Technology dan University of Pennsylvania.

 

Categories: 

Tentang Penulis

Irwansyah Nuzar

Managing Editor