Kabar mengejutkan datang dari Yahoo. CEO Yahoo, Carol A. Bartz dipecat dari posisi yang baru ia jabat selama dua tahun tersebut. Kabar yang lebih mengejutkan adalah keputusan pemutusan hubungan kerja tersebut dilakukan via telepon oleh pemimpin direksi Yahoo.
Informasi ini diketahui melalui email yang Bartz kirimkan ke karyawan-karyawan Yahoo yang berisi : “Saya sangat sedih untuk mengatakan bahwa saya baru saja dipecat melalui telepon oleh direksi Yahoo. Menjadi suatu kebanggaan bagi saya untuk bisa bekerja dengan kalian semua dan saya mengharapkan yang terbaik untuk kalian.”
Dikutip dari New York Times (7/9), pemecatan tersebut disampaikan saat Bartz sedang bepergian dari Maine ke New York. Kehadiran Bartz di Yahoo memang banyak menemui tantangan. Sejak awal masuk, Bartz dituntut untuk “menghidupkan” kembali perusahaan ini dan dalam beberapa bulan terakhir ini dihadapkan oleh tekanan dari investor utama yang diintensifkan.
Kondisi Yahoo masih stagnan meskipun telah dilakukan pergantian manajeme, PHK dan perbaikan dari pelayanan buruk. Bahkan, terobosan Bartz untuk menggaet Microsoft Bing sebagai platform pencarian pun dinilai gagal mendatangkan keuntungan untuk Yahoo.
Untuk mengisi kekosongan posisi CEO, ditunjuk Timothy Morse yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan Yahoo sebagai pengganti sementara. Untuk menjalankan tugasnya sebagai CEO, Morse akan dibantu oleh lima senior lainnya, seperti eksekutif senior Yahoo dan seorang mantan direktur keuangan di Altera untuk mengelola perusahaan.
Pemecatan Bartz ini juga diikuti dengan memulai tinjauan strategis perusahaan, termasuk kemungkinan divestasi kepemilikan ke Asia. Namun, keputusan tersebut belum sepenuhnya disepakati.
